....:::Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Sugeng Rawuh Dateng MUST IMAM BLOG, Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jangan lupa tinggalkan pesan Anda di Buku Tamu:::....
Must Imam Blog

.::Kenali Aku::.

Foto Saya
Mam
Olahraga dan belajar agama membuat sehat jasmani dan rohani
Lihat profil lengkapku

Sabtu, 26 Desember 2009

Khutbah Idul Adha 7 Dzulhijjah 1430 H /2009

MENELADANI AKHLAQ NABI IBRAHIM DAN KELUARGANYA

Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kembali di pagi yang indah ini kita pekikkan lagi kalimat takbir, tahlil dan tahmid.

Allahu Akbar, Allah Maha Besar, kita semua yang ada disini kecil di hadapan Allah. pangkat, kedudukan, harta yang kita punya semua kecil di mata Allah, karena memang semua itu adalah milik Allah.

Lailahaillallah, tiada Ilah selain Allah, tiada yang patut disembah kecuali Allah, tidak ada yang bisa diharapkan kecuali kita bersandar kepada Allah, tidak ada yang patut kita takuti kecuali hanya takut kepada Allah, tidak ada yang patut kita cintai kecuali cinta kita satu-satunya hanya untuk Allah.

Walillahil Hamd, segala puji hanya milik Allah. Kita tidak pantas dipuji istri atau suami tidak pantas dipuji, anak tidak pantas dipuji, harta, pangkat, posisi dan kedudukan, semua tidak pantas untuk dipuji karena memang semua itu adalah kepunyaan Allah.


Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kalimat-kalimat tersebut yang kita kumandangkan sampai 3 hari kedepan ini, rasanya baru saja kita kumandangkan di saat kita sukses mengikuti madrasah Ramadhan yang kemudian kita beridul fitri bersama.
Idul Fitri - kita tahu semua, Allah ingin mencetak kita menjadi manusia-manusia bertaqwa secara individual, kemudian saat ini serasa Allah ingin menyempurnakan integritas taqwa ini dengan momentum Idul Adha, ketaqwaan komunal yaitu (Islamisasi keluarga dan masyarakat).

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Peringatan hari raya Idul Adha ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah ribuan tahun silam ketika Ibrahim AS. dengan penuh ketaqwaan memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anak yang dicintai dan disayangi, Ismali AS. Atas kehendak dan kekuasaan Allah secara tiba-tiba justru yang disembelih oleh Ibrahim AS. telah berganti menjadi seekor domba. peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah SWT. Ketaqwaan Ibrahim kepada Allah SWT diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas, menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta dari apa yang ia percayai sebagai sebuah keyakinan.

Dalam Al-Qur'an (Surat Yusuf Ayat : 111) Allah SWT. Berfirman







”Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”

Betapa eratnya ujian dan cobaan yang dialami Ibrahim AS. Beliau harus menyembelih anak semata wayang, anak yang sangat disayang. Namun, atas dasar iman, tulus ikhlas, taat dan patuh akan perintah Allah SWT., Ibrahim AS. Akhirnya mengambil keputusan untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, dan beliau memanggil putranya dengan panggilan yang diabadikan dalam Al-Qur’an (Surat Ash-Shaaffaat Ayat : 102)







” Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: ”Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: ”Hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Ismail sebagai anak yang sholeh senantiasa patuh pada orang tua, tidak pernah membantah perintah orang tua, setia membantu orang tua diantaranya membangun Ka’bah Baitullah di Makkah al-Mukarromah.

Ada beberapa ibrah atau pelajaran yang bisa kita petik dari keluarga Ibrahim AS ini, diantaranya :

1. Sebagai orang tua atau pemimpin tidak boleh bertindak otoriter atau sewenang-wenang.
Orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anak dengan contoh dan keteladanan. Seorang pemimpin yang baik akan ditiru oleh rakyatnya jika ia memberi contoh perilaku yang baik. Seorang pemimpin tidak diikuti ucapannya tetapi perilaku dan tindak tanduknya. Seorang pemimpin juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya. Sungguh sangat banyak kalau kita mengambil pelajaran dari kisah Ibrahim ini sebagai sosok ayah bagi anaknya, pemimpin bagi rakyatnya, belum lagi kita berbicara tentang sosok dia sebagai Abul Anbiya’, Abut Tauhid dan seorang Da’i ilallah.

2. Peran sang ibu dalam mendidik sehingga melahirkan anak yang sholeh.
Peran seorang ibu sebagai madrasah/ sekolah utama dan pertama bagi anak itu sangat penting. Pendidikan anak sholeh dimulai dari saat pertemuan benih dan sel telur, diawali do’a mohon perlindungan dari setan. Mulai dari kandungan banyak dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, dari peran ibulah karakter anak sholeh dapat terbentuk. Intensitas pertemuan yang cukup, memungkinkan penanaman dan sosialisasi nilai-nilai normatif, akhlaq dan perilaku terpuji lainnya dan terinternalisasi pada diri anak.

Hajar AS, Telah meberikan contoh yang indah buat kita semua, kita bisa bayangkan bagaimana ketaatan dia kepada sang suami, dan dalam kondisi hamil besar harus siap ditinggal oleh sang suami tercinta dalam rangka berda’wah, walaupun sesaat muncul naluri keibuannya karena harus ditinggal di tempat yang tandus, tak berpenghuni, dan tidak ada keluarga, seraya berkata: ”Allahkah yang memerintahkan engkau wahai Ibrahim untuk berbuat seperti ini ?” Ibrahim menjawab : ”Ya”, dia berkata lagi : ”Silahkan kau pergi, aku yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan diriku”. Subhanallah, inilah potret sosok wanita sholehah.

3. Pembentukan anak sholeh sangat tergantung pada orang tua.
Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan terbentuk hanya di sekolah-sekolah, jadi tidaklah perlu orang tua mengarahkan anak-anaknya itu. Bahkan ada sebagian orang tua tidak tahu tujuan dalam mendidik anak. Perlu kita fahami, bahwasanya pendidikan di rumah yang meskipun sering disebut pendidikan informal, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja, orang tua harus memahami bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan institusi pendidikan formal. Ini bisa dimengerti karena keluarga merupakan sekolah paling awal bagi anak, di keluargalah seorang anak pertama kali mendapat pengetahuan, pengajaran dan pendidikan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral muslimin, Pagi ini kita melaksanakan sholat Idul Adha, yang kemudian kita diperintah untuk berqurban. Kita qurban dalam bahasa Arab berarti mendekatkan diri, Dalam fiqih Islam dikenal dalam Islam udh-hiyah, sebagian ulama mengistilahkan dengan an-nahr sebagaimana yang dimaksud dalam Al-Qur’an (Surat Al-Kautsar Ayat : 2)




”Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah

Ma'asyiral Muslimin, qurban bukan sekedar menyembelih binatang kambing dan sapi dan dagingnya kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Akan tetapi secara filosofis makna qurban meliputi aspek yang lebih luas. Dalam konteks sejarah, dimana umat islam menghadapi berbagai cobaan, maka pengorbanan amat luas dan mendalam.

Sejarah para Nabi, misalnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini memerlukan pengorbanan. Sikap Nabi dan para sahabat itu ternyata harus dibayar dengan pengorbanan teramat berat yang diderita oleh umat Islam di Makkah ketika itu. Umat Islam disiksa, ditindas dan sederet tindakan keji lainnya kaum kafir Quraisy. Rasulullah pernah dilempar dengan batu oleh penduduk Tha’if, dianiaya oleh Ibnu Muith ketika leher beliau dicekik dengan usus unta, Abu Lahab dan Abu Jahal memperlakuan Beliau dengan kasar dan kejam. Para sahabat seperti Bilal, ditindih dengan batu besar yang panas di tengah-tengah sengatan terik matahari, Yasir dibantai dan seorang ibu yang bernama Sumayyah ditusuk kemaluannya dengan sebatang tombak sampai ia syahidah. Tak hanya itu, umat islam di Makkah ketika itu juga diboikot untuk tidak melakukan transaksi dagang. Akibatnya, bagaimana lapar dan menderitanya Rasul dan para sahabatnya sehingga beliau dan para sahabatnya terpaksa makan kulit kayu, daun-daun kering, bahkan kulit sepatu bekas.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sejarah Nabiyullah Yusuf juga demikian, disiksa dan dibuang ke sumur tua oleh saudaranya. Ini adalah bagian dari pengorbanan beliau menegakkan kebenaran.

Begitu juga Nabi Musa AS, yang mengalami tekanan tidak hanya dari Fir’aun tetapi juga dari kaumnya adalah juga wujud dari pengorbanan beliau.
Dan begitulah seharusnya kisah-kisah para Nabi yang lainnya.

Dalam konteks kekinian, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia juga terlihat nyata dihadapan kita. Palestina, Kashmir, Thailan Selatan dan Filipina Selatan. Dengan sikap dan keyakinan mereka terhadap Islam, mereka harus mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan dengan penguasa. Umat Islam di Palestina menjadi gambaran betapa pengorbanan yang dipikul teramat berat. Mereka mengalami penyiksaan, penganiayaan, dan bahkan blokade di kawasan jalur Gaza oleh Israel laknatullah. Akan tetapi, umat Islam di Palestina tidak ada kata menyerah. Mereka terus berjuang membela martabat dan kehormatan bangsa dan agamanya. Sama halnya dengan yang terjadi di kawasan lain dunia.

Dalam sejarah perjuangan bangsa, para pahlawan kita mengorbankan jiwa dan raga, harta benda untuk kemerdekaan bangsanya. Kita kenal Jendral Sudirman yang keluar masuk hutan memimpin tentara Indonesia berjuang melawan Belanda, Sikap para tokoh bangsa yang dipenjara. Dibuang, dan disiksa adalah wujud dari keyakinan mereka akan kebenaran. Ribuan nyawa yang mati adalah pengorbanan mereka terhadap negeri ini, Tentu saja, mereka berkorban atas dasar sikap yang mereka percaya sebagai sebuah kebenaran.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd

Dalam konteks keseharian kita, pengorbanan juga bisa dilihat dari pengorbanan seorang pemimpin yang berusaha untuk mensejahterakan rakyatnya, pengorbanan seorang istri terhadap suami dan anak-anaknya, serta sebaliknya anak terhadap kedua orang tuanya. Seorang pemimpin yang adil terhadap rakyatnya dan berusaha memberikan kontribusi bagi negaranya adalah wujud pengorbanan. Seorang suami sebagai kepala rumah tangga berjuang membanting tulang demi menafkahi dan membahagiakan keluarga, sebagaimana seorang istri mengabdi setia terhadap suami juga wujud pengorbanan. Orang tua yang mendidik dan membesarkan anak sehingga menjadi anak yang sholeh dan berhasil dalam kehidupannya adalah wujud pengoranan.

Denga demikian, pengorbanan bisa berdimensi luas. Pengorbanan adalah sebuah konsekuensi logis dari keyakinan yang diperjuangkan demi sebuah kebenaran.

(Lihat Al-Qur’an Surat Al-Qashash Ayat : 57)







"Dan mereka berkata: ”Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. Dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sekedar merenungi kembali momentum Idul Qurban, kesanggupan Nabi Ibrahim menyembelih anak kandungnya sendiri ukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi-buta (taqlit) tetapi meyakini bahwa perintah Allah SWT itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah SWT memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada ummat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga, dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah.

Hidup adalah sebuah perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang, tenaga dan waktu akan benar-benar menguji keimanan seseorang.


Oleh : H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.


Baca Selanjutnya...

Jumat, 25 Desember 2009

Tour de Little Jungle

Surabaya, 13 Desember 2009 - Menilik judul diatas sepintas kegiatan sepedahan Minggu pagi ini memang boleh dibilang kegiatan serba kecil pesertanya terbatas hanya 12 bikers dengan starting point di jembatan Rolak Karah hingga finish di kediaman ortu Apri salah seorang biker TCC, touring Minggu pagi ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama bibers. Dibawah joglo dengan pepohonan yang asri dan lingkungan kampung Wonokitri alias Alas Kecil atau lebih kerennya little Jungle, suasana santai dan akrab membalut acara makan bersama yang suguhanya sak latar (bahasa akrab para biker) dengan kelakar dan joke segar membuat waktu tidak terasa hingga mendekati sholat dhuhur.

~ Pinggiran Surabaya masih banyak semak yang hijau

Dari sisi rute yang di tempuh memang tidak banyak yang berbeda dari biasanya yang sudah sering dilewati untuk lokasi kota Surabaya bagian barat rute off road mulai dari bukit Lapangan tembak Karangpilang, bukit Kesamben, Kebun mangga hingga Superbowl Ciputra namun dengan sedikit variasi jalan baru touring mejadi tidak membosankan karena yang lebih penting adalah suasana dalam perjalanan, tidak kamus yang kuat mengalahkan yang lemah semua berjalan bersama bila ada yang ketinggalan atau kececer karena tenaga habis ditunggu hingga kumpul semua baru perjalanan dilanjutkan.

~ Pos kebersamaan kenal tidak kenal ngobrol bersama

Rute yang sedikit berbeda dengan dibukanya jalan baru yang menghubungkan jalan raya Wiyung tepatnya perumahan Pratama kearah Pondok Maritim, Balas Klumprik, wilayah Bhumi marinir tepatnya lapangan tembak hingga Sepanjang bagian selatan. Kedepan kelihatannya akan menjadi rute alternatif bagi penggemar sepeda terutama yang suka tantangan karena di jalur ini ada beberapa tanjakan yang cukup menantang dengan pepohonan yang masih cukup rindang sehingga udara cukup segar. Hal ini bisa dilihat hampir setiap hari libur cukup banyak bikers yang menempuh jalur lapangan tembak karena jalan tanah yang masih jarang di lalui kendaraan bermotor serta di puncak bukit didirikan pos istirahat yang cukup luas sehingga cukup nyaman untuk sejenak melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

JALUR YANG SAMA PADA KESEMPATAN LAIN

Dengan dibukanya jalur tanjakan baru lapangan tembak membuat ketagihan setiap ada kesempatan ingin mencobanya, kalau lagi tanahnya kering memang tidak bermasalah sangat nyaman saat naik tidak perlu harus mendorong sepeda dan saat turun bisa leluasa lewat jalan setapak nan rindang. Namun bila sehari sebelumnya turun hujan akan sangat menyiksa karena sepeda tidak bisa jalan ban penuh lumpur bercampur pasir, dalam sekejap saja ban sepeda sudah sebesar lengan biker dewasa dan sepatu sebesar sepatu aladin. Ayo bersepeda setiap ada kesempatan untuk menjaga kebugaran badan kita.

Baca Selanjutnya...

Selasa, 24 November 2009

Tour de Superbowl Kemang Surabaya

Surabaya, 22 November 2009 - Setelah melewati masa persiapan yang cukup lama dan melelahkan akhirnya gelaran “Tour de Superbowl Kemang Surabaya” dalam rangka hari jadi TCC yang ke 3 bisa dilaksanakan, Minggu pagi jam 05.30 waktu Surabaya beberapa bikers mulai berdatangan bahkan dalam beberapa saat saja secara berduyun-dulun para peserta touring sudah tumpah ruah di halaman parkir Ciputra Water park, berbagai macam kesibukan dilakukan mulai setting sepeda, mencoba rem, cek tekanan angin, siapkan perbekalan dls, tepat pukul 06.00 bendera start dikibarkan oleh EGM Divre V PT. Telkom, secara bergerombol sekitar 370 bikers mengikuti arah tour leader yang mengendarai motor besar hingga memasuki jalur offroad.

~ Pengibaran bendera start tanda touring di mulai


Dari awal start masih melewati jalur on road seluruh bikers mengekor panjang melalui jalan kampung Watu lawang hingga jalan makadam di seputar pura kerta bumi Bongso dengan jalan yang kadang naik cukup untuk pemanasan, saat memasuki jalur off road single track seorang biker tua melesat jauh didepan bikers lain yang sudah terpecah menjadi kelompok kecil, jalan pematang sawah gersang yang naik turun yang kadang drop off karena ada saluran air bikers dituntut konsentrasi menjaga keseimbangan, jalan cukup nyaman untuk di lalui karena sisa hujan beberapa hari sebelumnya sehingga tanah cukup empuk tidak belepotan lumpur.


~ Uji nyali di turunan Alibaba

Ketika memasuki kawasan kebun mangga yang biasa disebut Kemang suasana rindang menawan bertolak belakang dengan rute sebelumnya, para bikers bisa menikmati kenyamanan bersepeda, beberapa saat dikejutkan dengan Superbowl berupa jalan turun dengan banyak gundukan atau disebut turunan Aladin, bagi yang tidak siap bisa terjatuh namun bagi yang hobbi descading dengan sepada fullsus saatnya lepas rem menikmati ayunan sepeda, jalan panjang berkelok-kelok nan rindang suguhan berikutnya hinggga berujung di kawasan Setro sebuah turunan tajam atau biasa disebut turunan Alibaba, banyak bikers pemula yang turun dari sepeda, lokasi yang baru dilewati merupakan rute favorit offroader di kawasan Surabaya barat.

Jalan tanah dan jalan berpasir panjang wilayah Bunut hingga bukit kesamben masuk wilayah Gresik cukup menyiksa para bikers karena cuaca panas tidak banyak pepohonan, banyak bikers mulai kedodoran sehingga jauh tertinggal dari yang lain, di Pos I Randegan Sari seorang biker wanita dengan Sepeda Lipatnya harus di evakuasi ke dalam ambulance karena tidak mampu melanjutkan. Saat memasuki Petiken Driyorejo pada jalan tanjakan banyak yang harus mendorong sepeda, di jumpai seorang lady biker harus tergolek di pos kamling untuk mengatur nafas, saat ditawari naik sepeda motor menolak tetap ingin melanjutkan dengan sisa tenaga.

~ Downhill di seputaran kebun lombok

Di kawasan kebon lombok bangkingan peserta harus masuk jalur offroad yang berat, namun bagi bikers yang sudah kelihatan loyo di bypass lurus menuju PLN yang jaraknya hanya ½ km, karena akan menjumpai turunan tajam dengan bebatuan dan berpasir dipastikan bagi yang bernyali kecil akan menuntun sepedanya karena lebih sulit dari pada turunan Alibaba, begitu juga pada tanjakan sempit penuh semak di bukit seputar lapangan tembak Marinir, kalau tidak menguasai tehnik tanjakan pasti akan mendorong sepeda, offroad baru berakhir sesampai di PLN Bangkingan dengan kebanyakan kondisi peserta sudah banyak kehabisan tenaga bahkan ada seorang biker muda karena terlalu semangat harus dievakuasi karena sudah sangat lelah.

~ Tenaga sudah terkuras masih harus gendhong sepeda


Pada saat menjelang akhir finish para bikers harus melewati tantangan terakhir dengan melewati jembatan bambu yang membikin lutut gemetar karena harus mengangkat sepeda dengan sisa tenaganya, disini peran panitia sangat dominan harus bolak-balik menyeberangkan sepeda peserta yang sudah loyo sehingga tercetus nama jembatan Yuyu Kang Kang terinspirasi dari sebuah cerita, tepat jam 11 siang seluruh bikers tiba di finish di Telkom Lakarsantri dengan suguhan hidangan Soto Lamongan dan nasi pecel, menilik komentar dari beberapa bikers yang berasal dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, Madiun, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya tidak menyangka kota Surabaya yang bukan kota pegunungan mempunyai rute offroad yang sangat menawan.

Baca Selanjutnya...

Senin, 02 November 2009

Prosotan di Beru Gunung Wilis

Kediri, 30 November 2009 – Dalam rangka memenuhi undangan ketua TCC Jatim Djadi S. yang kebetulan sedang mensyukuri hari jadinya, TCC cabang Ketintang Surabaya dipandu oleh MTB Unlimited Kediri joint sepedahan di Beru Gunung Wilis, jam 05.30 wts. seluruh perserta sudah kumpul di terminal Bus antar kota Kediri, dua kendaraan pickup dan dua kendaraan niaga sebagai pengangkut siap mengantar ke starting point Menara Pandang Beru gunung Wilis, satu kendaraan pickup tua yang disewa terseok-seok dengan asap tebal menyusuri jalanan naik serta tiga kendaraan mengikuti dibelakang.

Rute Kediri ke arah Selo panggung memang menjadi rute favorit para bikers di kota tahu, terlihat pada minggu pagi begitu ramai para penggemar sepeda onroad baik yang muda maupun yang cukup berumur dengan nafas ngos-ngosan mencoba menaklukkan tanjakan demi tanjakan, bahkan kami sempat terkagum melihat semangat ibu-ibu dan bapak-bapak setengah baya mampu melewati tanjakan hingga sampai pos istirahat yang sudah ramai, bagi bikers yang masih mampu akan melanjutkan sampai di Menara pandang Beru bahkan ada yang terus keatas sampai antena pemancar TV swata.

~ Udara segar terasa nikmatnya


Setiba di pos menara pandang Beru tempat rombongan mulai merasakan udara segar dan angin dingin semilir, jantung terasa plong saat menghirup udara seharga 26 juta karena saking segarnya memakai istilahnya cak Giyanto, seluruh peserta touring sebayak 20 bikers mengecek kesiapan sepeda masing-masing, dengan diawali do’a untuk keselamatan dalam perjalanan dipimpin oleh cak Gembut, dari lokasi start sudah disuguhi jalan aspal menanjak. sehingga membuat kaget beberapa bikers dari TCC yang sudah berumur, namun bagi bikers MTB unlimited dengan rata-rata usia cukup muda dan menguasi medan sehingga kelihatan enjoy saja. Memasuki jalur offroad jalan setapak terus menanjak di sela-sela tebing yang dipenuhi pohon pinus, sebagian bikers kelihatan mendorong sepeda karena memang tenaga dan nafas tidak bisa dipaksakan lagi, bahkan teman kami Catur sempat berkomentar “pak mukanya koq pucat, ya sudah lemes serta agak pusing , jawabku sekenanya dengan napas agak tersengal-sengal”.

~ View gersang namun menawan


Jalan mulai melewati turunan terjal dengan sebelah kiri jurang yang sangat dalam sehingga perlu konsentrasi yang tinggi, setelah beberapa lama menahan laju sepeda bahu dan lengan terasa sakit, bikers yang lain sudah menunggu dibawah, sudah kumpul semua ayo lanjut lagi celetuk yang lain. Bagi yang baru datang mungkin ini cukup menyiksa karena belum sempat istirahat dan tenaga belum pulih serta napas belum stabil, belum berapa lama nggenjot mendorong sepeda di mulai lagi, bagi yang masih segar sebentar saja sudah jauh didepan bahkan kelihatan kecil diatas diantara pohon pinus, membuat yang dibelakang merasa kecil hati melihat tanjakan yang begitu tinggi.

Setelah mengatur nafas sejenak saatnya melewati jalan setapak turunan nan rindang, sungguh suatu kesempatan yang jarang kita jumpai apalagi di kota, gelak tawa mengiringi obrolan saat istirahat di sebuah jembatan yang sangat sejuk dengan air yang dingin, mbah Kung membuat ulah mandi di sungai menyiram kepalanya dengan helm sehingga membuat ketawa karena ulah konyolnya, cak Apri yang sejak tadi ngebut ternyata keburu kepingin buang hajat setelah ketemu sunagi sehingga jadi bahan olokan rekan yang lain, di jembatan ini terasa kebersamaan sesama bikers dengan gayeng saling tukar informasi seputar sepeda.

~ Tanah gersang hutan ditebang peladang


Di awali mendorong sepeda karena tanjakan yang gak memungkinkan untuk di genjot, saatnya melewati track downhill dengan jalur single track variasi drop off cukup banyak serta kelokan-kelokan tajam, seluruh peserta konsentrasi penuh dan menikmati, badan terasa terguncang karena hentakan jalan dengan banyak gundukan tanah, jalur yang berkelok-kelok seolah badan ikut menari mengikuti gerakan sepeda, pada suatu lokasi datar dan gersang kami berhenti sejenak untuk menikmati suatu pemandangan yang menawan di kejauhan, hutan sudah gundul karena ditebang peladang yang siap menanami ketela di musim hujan. Beberapa saat kemudian sampailah pada jalan makadam dengan bebatuan tajam sehingga sangat berbahaya bila terpeleset atau pecah ban, bahu terasa sakit karena menahan laju sepeda serta goncangan keras membuat seluruh anggota badan bergetar.

Di ujung jalan makadam bikers yang di depan menunggu sampai seluruhnya kumpul, setelah ditunggu sekian lama dua biker MTB Unlimited masih di hutan karet atau mengambil jalan atas, perjalanan dilanjutkan dengan jalan aspal berlobang turun sehingga memacu para bikers untuk kebut-kebutan, cuaca sudah panas secara bergerombol terus mengayuh sepeda hingga melewati penyeberangan sungai Brantas, tepat pukul 11.00 wts finish di kediaman sohibul hajat di kota Ngadiuwih dengan cuaca yang cukup terik, perjalanan dari menara pandang Beru sampai kota Ngadiluwih jaraknya ± 30 km dengan waktu tempuh selama ± 4 jam.

Baca Selanjutnya...

.::Pengikut Blog Ini::.

.::Banner Ku::.

Banner Ambil Disini...
<img src="cooltext439036029.png" onmouseover="this.src='cooltext439036029MouseOver.png';" onmouseout="this.src='cooltext439036029.png';" />

.::Ngaji Dulu Yukk::.

.::Album Ku::.


Must Imam Blog ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO