....:::Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Sugeng Rawuh Dateng MUST IMAM BLOG, Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jangan lupa tinggalkan pesan Anda di Buku Tamu:::....
Must Imam Blog: Catatan kecil

.::Kenali Aku::.

Foto Saya
Mam
Olahraga dan belajar agama membuat sehat jasmani dan rohani
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label Catatan kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan kecil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2009

Panduan Merakit Sepeda Gunung Pemula

Surabaya, 3 Juni 2009 - Sebelum memutuskan untuk merakit sepeda untuk pemula sebaiknya mengenali dulu apa itu groupset. Groupset adalah seluruh komponen mekanik untuk membangun sebuah sepeda. groupset adalah bagian sepeda yang melekat bersama dengan frame, fork, stem, wheels, tires, sadle, dan handlebars sehingga membentuk sepeda yang utuh.

Groupset terdiri dari :
- shifter (tuas pemindah gigi) , kiri (depan) dan kanan (belakang)
- brake lever (tuas rem), kiri (depan) dan kanan (belakang)
- brake caliper (rem) berupa v-break atau diskbrake : front and rear
- derailleurs (pemindah gigi) : front and rear
- headset (pengikat steering tube fork dengan stem)
- bottom bracket (as tengah)
- crankset (gear depan lengkap dengan lengan kayuh kiri kanan)
- chain (rantai)
- cassette (gear belakang yang terdiri dari 7 – 10 gear)
- hub and free hub (as roda depan dan belakang)
- perkabelan dan rumah kabel

sejauh pengetahuanku saat ini ada 3 produsen besar groupset yakni shimano, sram, dan campagnolo. shimano dan sram mengeluarkan groupset untuk sepeda road dan mtb, sedangkan campagnolo hanya mengeluarkan groupset untuk road bike.
groupset terbagi atas berbagai kelas. kelas high-end yang pada umumnya menggunakan komponen dengan teknologi maju sehingga menghasilkan komponen yang kuat namun sangat ringan dan nyaman dan kelas low-end yang diperuntukkan untuk para hobies dan komuter.
shimano mengenalkan hirarki groupset untuk sepeda mtb sebagai berikut, urutan dari tertinggi dan mahal sampai dengan terendah dan murah :
xtr : 9 speed. pada umumnya diperuntukkan untuk para atlet profesional yang mengutamakan komponen yang ringan, kuat, dan nyaman. mengaplikasikan teknologi canggih di dalam desain dan pembuatannya, termasuk penggunaan crankset hollowtech II dan rapid shift levers.
deore xt : 9 speed. kuat, ringan, dan tahan lama. biasa untuk mtb race. dilengkapi dengan teknologi rapid shift levers, crankset hollowtech II, dan shadow.
deore lx : 9 speed. kuat namun dengan berat yang cukup masuk akal. diperuntukkan untuk para hobies yang serius melakukan explorasi trek off road, dari cross country sampai dengan all mountain. meski begitu penggunaan untuk mtb race masih cukup nyaman.
deore : 9 speed. cukup nyaman dipergunakan bagi pemula yang telah bisa menikmati trek off road yang memerlukan komponen kuat dan stabil.
alivio : 8 atau 7 speed. diperuntukan bagi pemula mtb light cross country atau untuk sepeda mtb komuter alias b2w.
acera : 8 atau 7 speed.
altus : 8 atau 7 speed.
tourney : 7 speed.

acera, altus, dan tourney ketiganya diperuntukkan untuk sepeda mtb yang hanya untuk rekreasi. meskipun begitu kadang cukup layak untuk dipasang pada mtb b2w tergantung kepada komponen lain yang menyertainya. Selain yang tersebut di atas, shimano mengeluarkan juga hone (9 speed) khusus untuk para pemain freestyle, dirtjump dan enduro. sedangkan pemain downhill telah dimanjakan oleh shimano saint (9 speed).

Groupset besutan sram sedikit lain karena pada dasarnya sram hanya memproduksi shifter, sedangkan brakepad bermerk avid, dan crankset truvatif. teknologi shifter sram mengenal hirarki sebagai berikut, urut dari tertinggi ke terendah :
x-0
x-9
x-7
sx 5
sx 4
3.0

Aturan main di dalam pengaturan hirarki tersebut adalah sama dengan yang terjadi di shimano. aturannya mengacu kepada teknologi yang diaplikasikan yang berdampak kepada kekuatan, keamanan, kenyamanan, dan tentu saja harga jual. Meskipun produsen telah mengklasifikasikan groupset sesuai peringkat masing – masing, namun tidak jarang perakit sepeda mencampur beberapa komponen dari berbagai tingkat ke dalam sebuah sepeda. perakit sepeda ini tidak saja perorangan namun juga produsen sepeda. hal ini dikenal sebagai mix groupset. salah satu tujuannya adalah untuk tetap mempertahankan harga rendah tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan.
Seperti pada umumnya komponen pabrikan, setiap jenis komponen diwakili oleh nomor produk. dengan kode alfanumerik ini kita bisa tahu bahwa suatu komponen masuk dalam hirarki mana. silakan explore masing–masing website pabrikan di atas untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini.satu tips, bila anda berniat merakit sepeda untuk tujuan b2w sekaligus bisa dipergunakan masuk trek offroad di akhir minggu, mulailah dengan groupset alivio, deore, deore lx, deore xt dan xtr sesuaikan dengan budget anda.

Baca Selanjutnya...

Selasa, 02 Juni 2009

Mengenali Sepeda Gunung (MTB)

Surabaya, 3 Juni 2009 - Bersepada selain dapat menyehatkan, juga dapat turut berperan dalam mengurangi polusi udara (global warming). Beberapa pihak berupaya menggalakkan aktifitas ini diantaranya melalui komunitas Bike To Work (BTW), club-club sepeda yang banyak bak jamur di musin hujan, Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) merupakan salah satu jenis sepeda yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut, baik untuk kebutuhan olah raga, sekolah maupun bekerja. sebaiknya anda mengenali sepeda gunung mendasarkan pertimbangan pada fungsi kegunaan dan medan yang akan dilalui.

Berikut ini tips mengenali sepeda gunung :
Ada beberapa tipe sepeda gunung yang perlu anda kenali sebelum membeli, Yaitu tipe downhill (DH), Freeride (FR), Dirtjump (DJ), Cross Country (XC) dan All Mountain (AM). Pemilihan tipe sepeda sebaiknya anda sesuaikan dengan jenis aktifitas serta karakter medan yang akan anda tempuh.

~ Tipe Downhill (DH)

Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung, Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tipe ini tidak efisien apabila dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

~ Tipe Freeride (FR)Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah tipe all mountain (AM) karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

~ Tipe Cross Country (XC) Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Biasanya cukup dengan tipe Hardtail (suspensi depan).

~ Tipe Dirt Jump (DJ)
Dirancang untuk melakukan aktifitas lompatan-lompatan tinggi dan extreme, seperti halnya sepeda-sepeda BMX. Bentuk frame DJ biasanya berkesan kokoh dan gaya, namun agak terasa berat untuk jalur menanjak. DJ untuk keperluan Cross Country, biasanya dikombinasi dengan menggunakan solusi berupa memperingan komponen-komponen penyusun lainnya seperti fork, velg ataupun crank.
~ Tipe All Mountain (AM)

Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension (suspensi depan dan belakang).

Baca Selanjutnya...

Selasa, 05 Mei 2009

Mengenal Sepeda Gunung

Surabaya - 05 Mei 2009 Mungkin ada yang belum tahu, yuk kita kenali jenis-jenis sepeda gunung (mountain bike) atau biasa disebut MTB

~ Rigid Frame


Sepeda Rigid Frame MTB tidak memiliki suspensi sama sekali, seluruh frame harus meredam getaran selama melewati jalan. Beberapa desain Rigid Frame sudah dikembangkan dengan komponen khusus yang lebih lentur. Lintasan biasanya lebih rata seperti jalan raya, maklum tanpa suspensi maka getaran hanya dapat diredam oleh ban yang besar saja.

~ Belakang Keras (Hard Tail)


Hardtail MTB berbeda lagi dengan Rigid Frame. Mengunakan suspensi depan baik berisi oli dan spring / per atau angin. Tujuannya untuk meredam sentakan dibagian depan. Desain depan sedikit naik dari 80mm sampai 140mm. Getaran masih terasa dibagian belakang sepeda, tetapi tidak sekeras tipe Rigid bila masuk ke area cross country.

~ Belakang Lembut (Soft Tail )



Model ini biasanya jarang ada ,walaupun secara konstruksi berbanding terbalik dengan Hard Tail dan tidak berbeda dengan konstruksi Full Suspension. Posisi suspensi dipindahkan ke bagian belakang, tetapi suspensi bagian depan ditiadakan. Getaran dari jenis Soft Tail lebih lembut dibanding Hard Tail, tetapi tidak selembut jenis sepeda Full suspension.

~ Peredam penuh (Full suspension )

Desain ini memiliki peredam bagian depan dan belakang. Suspensi dibagian belakang biasanya ditopang pada titik tengah sepeda dengan peer. Sayang tipe Full S MTB hanya diperuntukan bagi mereka yang menyukai offroad dan downhill.

~ Memilih sepeda yang cocok dengan lintasan

Jenis sepeda MTB memiliki beberapa jenis, sedangkan pengunaan lintasan sepeda sendiri dibagi menjadi 4 lintasan yaitu Cross Country / melintas jalan kampung, Bukit atau kelas All Mountain, Free ride atau dijalan biasa dan terakhir Down Hill untuk menuruni bukit saja,

~ Jenis lintasan Cross Country

Lintasan kampung biasanya memiliki lintasan tidak rata. 2 model sepeda yang dapat dipilih adalah hard tail atau full suspension. Tambahan gigi sepeda dibagian depan dapat ditambah menjadi 3 buah, agar ketika mendaki maka sepeda lebih ringan dipacu. bahan yang dgiunakan diharapkan lebih ringan, karena medan yang dilewati dipastikan akan turun naik dan membua penunggang terlalu capai bila berat sepeda berlebihan.

~ Lintasan All Mountain

Lintasan all mountain sepertinya lebih masuk kedalam dibandingkan lintasan crosscountry atau masuk kampung. Umumnya lintasan All mountain sulit diprediksi, misalnya lintasan bisa saja terhalang potongan kayu kecil, dan jalur benar benar tidak rata. Jenis sepeda paling aman untuk jenis all mountain adalah kelas full suspension, walaupun agak berat untuk mendaki, sepeda lebih tahan terhadap getaran lintasan. Jenis all mountain mendekati kesulitan ganas, karena dapat merusak sepeda. Komponen seluruh sepeda diluar frame, digunakan full spek, seperti gigi lengkap dengan urutan 10 dibelakang dan 3 didepan, atau frame jenis ringan, dan jeruji sepeda dengan lubang penuh 32 buah.

~ Freeride atau jalan bebas untuk sepeda

Jenis freeride sangat baik mengunakan jenis Rigid Frame, karena getaran sudah cukup diredam oleh ban. Atau dengan Hard tail sudah cukup memadai, khususnya bila melintas didaerah yang sedikit berlubang.

~ Turun Bukit (Downhill – DH)

Seperti jenis cross country, sepeda downhill membutuhkan suspensi penuh. Sepeda biasanya digunakan pada turunan saja ketika dikendarai. Berat sebuah sepeda Downhill biasanya berada diposisi 15 kg keatas. Memang lebih berat, tetapi berat tersebut dibutuhkan oleh sepeda ketika menuruni bukit. Panjang sepeda DH memiliki panjang lebih besar dibandingkan kelas lainnya. dan posisi kerangka lebih rendah dibagian belakang dibandingkan bagian depan.Lubang rim atau roda dengan jeruji biasanya lebih banyak dibanding fullsuspension. Mengunakan lubang rim sampai 36 buah, dan rem disc break agar rem lebih kuat dan tidak hancur ketika menuruni bukit. Untuk downhill, umumnya mengunakan kontruksi jenis Full Suspension, karena diperlukan peredam ekstra.

~ Memilih sepeda jenis apa

Lintasan apa yang anda butuhkan, akan menentukan jenis sepeda yang anda cari. Bila anda tertarik untuk Free ride atau Cross Country, dapat memilih jenis frame sepeda atau tipe Rigid frame dan Hard Tail. Bila kebutuhan untuk lintasan masuk kampung, dapat dipilih antara Hard tail dan Full suspension sementara sepeda ingin digunakan masuk kedalam hutan atau All mountain, lebih dalam dari lintasan kampung.

Pilihan tetap sama seperti lintasan cross country atau masuk kampung. Tetapi diutamakan dengan sepeda full suspension karena medan all mountain umumnya lebih berat dan kontur tanah benar-benar tidak rata terakhir untuk lintasan menuruni bukit.

Sangat disarankan mengunakan jenis Down Hill. Karena tekanan sepeda dilintasan akan berlipat, bahkan guncangan pada sepeda diatas getaran dari lintasan Cross country. Salah mengunakan sepeda untuk menuruni bukit, akan menghancurkan sepeda .

Baca Selanjutnya...

Kamis, 09 April 2009

Mukadimah


Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Segala aktivitas yang akan di lakukan hendaknya kita niati untuk ibadah. Niscaya Allah SWT. akan selalu melindungi dan meridhoi serta tercatat sebagai suatu amal kebajikan. Tanpa bermaksud untuk riya' dalam mengekspresikan tulisan kisah perjalanan hanyalah untuk bercerita tentang pengalaman pribadi yang patut diabadikan dalam sebuah catatan.

Semakin banyak kegiatan yang kita lakukan akan semakin banyak pula manfaat yang akan didapatkan, sering bergabung dengan banyak komunitas akan semakin banyak teman untuk bisa saling sharing ilmu dan pengalaman. Sering mengadakan perjalanan dengan bermacam-macam tujuan akan merasakan kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita patut mensyukuri Nya.

Dalam setiap kegiatan tentunya ada manfaat yang bisa didapat baik dari sisi jasmani dan rokhani, apabila ada hal baik yang perlu di contoh namun bila kurang baik bisa di abaikan.

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Baca Selanjutnya...

.::Pengikut Blog Ini::.

.::Banner Ku::.

Banner Ambil Disini...
<img src="cooltext439036029.png" onmouseover="this.src='cooltext439036029MouseOver.png';" onmouseout="this.src='cooltext439036029.png';" />

.::Ngaji Dulu Yukk::.

.::Album Ku::.


Must Imam Blog ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO