....:::Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Sugeng Rawuh Dateng MUST IMAM BLOG, Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jangan lupa tinggalkan pesan Anda di Buku Tamu:::....
Must Imam Blog

.::Kenali Aku::.

Foto Saya
Mam
Olahraga dan belajar agama membuat sehat jasmani dan rohani
Lihat profil lengkapku

Jumat, 25 Desember 2009

Tour de Little Jungle

Surabaya, 13 Desember 2009 - Menilik judul diatas sepintas kegiatan sepedahan Minggu pagi ini memang boleh dibilang kegiatan serba kecil pesertanya terbatas hanya 12 bikers dengan starting point di jembatan Rolak Karah hingga finish di kediaman ortu Apri salah seorang biker TCC, touring Minggu pagi ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama bibers. Dibawah joglo dengan pepohonan yang asri dan lingkungan kampung Wonokitri alias Alas Kecil atau lebih kerennya little Jungle, suasana santai dan akrab membalut acara makan bersama yang suguhanya sak latar (bahasa akrab para biker) dengan kelakar dan joke segar membuat waktu tidak terasa hingga mendekati sholat dhuhur.

~ Pinggiran Surabaya masih banyak semak yang hijau

Dari sisi rute yang di tempuh memang tidak banyak yang berbeda dari biasanya yang sudah sering dilewati untuk lokasi kota Surabaya bagian barat rute off road mulai dari bukit Lapangan tembak Karangpilang, bukit Kesamben, Kebun mangga hingga Superbowl Ciputra namun dengan sedikit variasi jalan baru touring mejadi tidak membosankan karena yang lebih penting adalah suasana dalam perjalanan, tidak kamus yang kuat mengalahkan yang lemah semua berjalan bersama bila ada yang ketinggalan atau kececer karena tenaga habis ditunggu hingga kumpul semua baru perjalanan dilanjutkan.

~ Pos kebersamaan kenal tidak kenal ngobrol bersama

Rute yang sedikit berbeda dengan dibukanya jalan baru yang menghubungkan jalan raya Wiyung tepatnya perumahan Pratama kearah Pondok Maritim, Balas Klumprik, wilayah Bhumi marinir tepatnya lapangan tembak hingga Sepanjang bagian selatan. Kedepan kelihatannya akan menjadi rute alternatif bagi penggemar sepeda terutama yang suka tantangan karena di jalur ini ada beberapa tanjakan yang cukup menantang dengan pepohonan yang masih cukup rindang sehingga udara cukup segar. Hal ini bisa dilihat hampir setiap hari libur cukup banyak bikers yang menempuh jalur lapangan tembak karena jalan tanah yang masih jarang di lalui kendaraan bermotor serta di puncak bukit didirikan pos istirahat yang cukup luas sehingga cukup nyaman untuk sejenak melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

JALUR YANG SAMA PADA KESEMPATAN LAIN

Dengan dibukanya jalur tanjakan baru lapangan tembak membuat ketagihan setiap ada kesempatan ingin mencobanya, kalau lagi tanahnya kering memang tidak bermasalah sangat nyaman saat naik tidak perlu harus mendorong sepeda dan saat turun bisa leluasa lewat jalan setapak nan rindang. Namun bila sehari sebelumnya turun hujan akan sangat menyiksa karena sepeda tidak bisa jalan ban penuh lumpur bercampur pasir, dalam sekejap saja ban sepeda sudah sebesar lengan biker dewasa dan sepatu sebesar sepatu aladin. Ayo bersepeda setiap ada kesempatan untuk menjaga kebugaran badan kita.

Baca Selanjutnya...

Selasa, 24 November 2009

Tour de Superbowl Kemang Surabaya

Surabaya, 22 November 2009 - Setelah melewati masa persiapan yang cukup lama dan melelahkan akhirnya gelaran “Tour de Superbowl Kemang Surabaya” dalam rangka hari jadi TCC yang ke 3 bisa dilaksanakan, Minggu pagi jam 05.30 waktu Surabaya beberapa bikers mulai berdatangan bahkan dalam beberapa saat saja secara berduyun-dulun para peserta touring sudah tumpah ruah di halaman parkir Ciputra Water park, berbagai macam kesibukan dilakukan mulai setting sepeda, mencoba rem, cek tekanan angin, siapkan perbekalan dls, tepat pukul 06.00 bendera start dikibarkan oleh EGM Divre V PT. Telkom, secara bergerombol sekitar 370 bikers mengikuti arah tour leader yang mengendarai motor besar hingga memasuki jalur offroad.

~ Pengibaran bendera start tanda touring di mulai


Dari awal start masih melewati jalur on road seluruh bikers mengekor panjang melalui jalan kampung Watu lawang hingga jalan makadam di seputar pura kerta bumi Bongso dengan jalan yang kadang naik cukup untuk pemanasan, saat memasuki jalur off road single track seorang biker tua melesat jauh didepan bikers lain yang sudah terpecah menjadi kelompok kecil, jalan pematang sawah gersang yang naik turun yang kadang drop off karena ada saluran air bikers dituntut konsentrasi menjaga keseimbangan, jalan cukup nyaman untuk di lalui karena sisa hujan beberapa hari sebelumnya sehingga tanah cukup empuk tidak belepotan lumpur.


~ Uji nyali di turunan Alibaba

Ketika memasuki kawasan kebun mangga yang biasa disebut Kemang suasana rindang menawan bertolak belakang dengan rute sebelumnya, para bikers bisa menikmati kenyamanan bersepeda, beberapa saat dikejutkan dengan Superbowl berupa jalan turun dengan banyak gundukan atau disebut turunan Aladin, bagi yang tidak siap bisa terjatuh namun bagi yang hobbi descading dengan sepada fullsus saatnya lepas rem menikmati ayunan sepeda, jalan panjang berkelok-kelok nan rindang suguhan berikutnya hinggga berujung di kawasan Setro sebuah turunan tajam atau biasa disebut turunan Alibaba, banyak bikers pemula yang turun dari sepeda, lokasi yang baru dilewati merupakan rute favorit offroader di kawasan Surabaya barat.

Jalan tanah dan jalan berpasir panjang wilayah Bunut hingga bukit kesamben masuk wilayah Gresik cukup menyiksa para bikers karena cuaca panas tidak banyak pepohonan, banyak bikers mulai kedodoran sehingga jauh tertinggal dari yang lain, di Pos I Randegan Sari seorang biker wanita dengan Sepeda Lipatnya harus di evakuasi ke dalam ambulance karena tidak mampu melanjutkan. Saat memasuki Petiken Driyorejo pada jalan tanjakan banyak yang harus mendorong sepeda, di jumpai seorang lady biker harus tergolek di pos kamling untuk mengatur nafas, saat ditawari naik sepeda motor menolak tetap ingin melanjutkan dengan sisa tenaga.

~ Downhill di seputaran kebun lombok

Di kawasan kebon lombok bangkingan peserta harus masuk jalur offroad yang berat, namun bagi bikers yang sudah kelihatan loyo di bypass lurus menuju PLN yang jaraknya hanya ½ km, karena akan menjumpai turunan tajam dengan bebatuan dan berpasir dipastikan bagi yang bernyali kecil akan menuntun sepedanya karena lebih sulit dari pada turunan Alibaba, begitu juga pada tanjakan sempit penuh semak di bukit seputar lapangan tembak Marinir, kalau tidak menguasai tehnik tanjakan pasti akan mendorong sepeda, offroad baru berakhir sesampai di PLN Bangkingan dengan kebanyakan kondisi peserta sudah banyak kehabisan tenaga bahkan ada seorang biker muda karena terlalu semangat harus dievakuasi karena sudah sangat lelah.

~ Tenaga sudah terkuras masih harus gendhong sepeda


Pada saat menjelang akhir finish para bikers harus melewati tantangan terakhir dengan melewati jembatan bambu yang membikin lutut gemetar karena harus mengangkat sepeda dengan sisa tenaganya, disini peran panitia sangat dominan harus bolak-balik menyeberangkan sepeda peserta yang sudah loyo sehingga tercetus nama jembatan Yuyu Kang Kang terinspirasi dari sebuah cerita, tepat jam 11 siang seluruh bikers tiba di finish di Telkom Lakarsantri dengan suguhan hidangan Soto Lamongan dan nasi pecel, menilik komentar dari beberapa bikers yang berasal dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, Madiun, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya tidak menyangka kota Surabaya yang bukan kota pegunungan mempunyai rute offroad yang sangat menawan.

Baca Selanjutnya...

Senin, 02 November 2009

Prosotan di Beru Gunung Wilis

Kediri, 30 November 2009 – Dalam rangka memenuhi undangan ketua TCC Jatim Djadi S. yang kebetulan sedang mensyukuri hari jadinya, TCC cabang Ketintang Surabaya dipandu oleh MTB Unlimited Kediri joint sepedahan di Beru Gunung Wilis, jam 05.30 wts. seluruh perserta sudah kumpul di terminal Bus antar kota Kediri, dua kendaraan pickup dan dua kendaraan niaga sebagai pengangkut siap mengantar ke starting point Menara Pandang Beru gunung Wilis, satu kendaraan pickup tua yang disewa terseok-seok dengan asap tebal menyusuri jalanan naik serta tiga kendaraan mengikuti dibelakang.

Rute Kediri ke arah Selo panggung memang menjadi rute favorit para bikers di kota tahu, terlihat pada minggu pagi begitu ramai para penggemar sepeda onroad baik yang muda maupun yang cukup berumur dengan nafas ngos-ngosan mencoba menaklukkan tanjakan demi tanjakan, bahkan kami sempat terkagum melihat semangat ibu-ibu dan bapak-bapak setengah baya mampu melewati tanjakan hingga sampai pos istirahat yang sudah ramai, bagi bikers yang masih mampu akan melanjutkan sampai di Menara pandang Beru bahkan ada yang terus keatas sampai antena pemancar TV swata.

~ Udara segar terasa nikmatnya


Setiba di pos menara pandang Beru tempat rombongan mulai merasakan udara segar dan angin dingin semilir, jantung terasa plong saat menghirup udara seharga 26 juta karena saking segarnya memakai istilahnya cak Giyanto, seluruh peserta touring sebayak 20 bikers mengecek kesiapan sepeda masing-masing, dengan diawali do’a untuk keselamatan dalam perjalanan dipimpin oleh cak Gembut, dari lokasi start sudah disuguhi jalan aspal menanjak. sehingga membuat kaget beberapa bikers dari TCC yang sudah berumur, namun bagi bikers MTB unlimited dengan rata-rata usia cukup muda dan menguasi medan sehingga kelihatan enjoy saja. Memasuki jalur offroad jalan setapak terus menanjak di sela-sela tebing yang dipenuhi pohon pinus, sebagian bikers kelihatan mendorong sepeda karena memang tenaga dan nafas tidak bisa dipaksakan lagi, bahkan teman kami Catur sempat berkomentar “pak mukanya koq pucat, ya sudah lemes serta agak pusing , jawabku sekenanya dengan napas agak tersengal-sengal”.

~ View gersang namun menawan


Jalan mulai melewati turunan terjal dengan sebelah kiri jurang yang sangat dalam sehingga perlu konsentrasi yang tinggi, setelah beberapa lama menahan laju sepeda bahu dan lengan terasa sakit, bikers yang lain sudah menunggu dibawah, sudah kumpul semua ayo lanjut lagi celetuk yang lain. Bagi yang baru datang mungkin ini cukup menyiksa karena belum sempat istirahat dan tenaga belum pulih serta napas belum stabil, belum berapa lama nggenjot mendorong sepeda di mulai lagi, bagi yang masih segar sebentar saja sudah jauh didepan bahkan kelihatan kecil diatas diantara pohon pinus, membuat yang dibelakang merasa kecil hati melihat tanjakan yang begitu tinggi.

Setelah mengatur nafas sejenak saatnya melewati jalan setapak turunan nan rindang, sungguh suatu kesempatan yang jarang kita jumpai apalagi di kota, gelak tawa mengiringi obrolan saat istirahat di sebuah jembatan yang sangat sejuk dengan air yang dingin, mbah Kung membuat ulah mandi di sungai menyiram kepalanya dengan helm sehingga membuat ketawa karena ulah konyolnya, cak Apri yang sejak tadi ngebut ternyata keburu kepingin buang hajat setelah ketemu sunagi sehingga jadi bahan olokan rekan yang lain, di jembatan ini terasa kebersamaan sesama bikers dengan gayeng saling tukar informasi seputar sepeda.

~ Tanah gersang hutan ditebang peladang


Di awali mendorong sepeda karena tanjakan yang gak memungkinkan untuk di genjot, saatnya melewati track downhill dengan jalur single track variasi drop off cukup banyak serta kelokan-kelokan tajam, seluruh peserta konsentrasi penuh dan menikmati, badan terasa terguncang karena hentakan jalan dengan banyak gundukan tanah, jalur yang berkelok-kelok seolah badan ikut menari mengikuti gerakan sepeda, pada suatu lokasi datar dan gersang kami berhenti sejenak untuk menikmati suatu pemandangan yang menawan di kejauhan, hutan sudah gundul karena ditebang peladang yang siap menanami ketela di musim hujan. Beberapa saat kemudian sampailah pada jalan makadam dengan bebatuan tajam sehingga sangat berbahaya bila terpeleset atau pecah ban, bahu terasa sakit karena menahan laju sepeda serta goncangan keras membuat seluruh anggota badan bergetar.

Di ujung jalan makadam bikers yang di depan menunggu sampai seluruhnya kumpul, setelah ditunggu sekian lama dua biker MTB Unlimited masih di hutan karet atau mengambil jalan atas, perjalanan dilanjutkan dengan jalan aspal berlobang turun sehingga memacu para bikers untuk kebut-kebutan, cuaca sudah panas secara bergerombol terus mengayuh sepeda hingga melewati penyeberangan sungai Brantas, tepat pukul 11.00 wts finish di kediaman sohibul hajat di kota Ngadiuwih dengan cuaca yang cukup terik, perjalanan dari menara pandang Beru sampai kota Ngadiluwih jaraknya ± 30 km dengan waktu tempuh selama ± 4 jam.

Baca Selanjutnya...

Selasa, 13 Oktober 2009

Napak Tilas Ke Air Terjun Sedudo

Surabaya, 11 Oktober 2009 - Perjalanan kurang 3 jam dari kota buaya sampai kediaman shohibul baith di kota Nganjuk terasa sangat lancar karena masih pagi, acara silaturahmi rutin setiap triwulan ini diawali dengan kangen-kangenan, suasana seperti ini memang selalu dinantikan apalagi masih dalam suasana Idul Fitri tak lupa saling berpelukan untuk bermaaf-maafan, usai beramah tamah rombongan sebanyak 6 mobil yang ikut berkonvoi menuju lokasi wisata di kota Nganjuk yang cukup terkenal wisata Air terjun Sedudo, jadi teringat 30 tahun lalu saat usia masih remaja setiap bulan Syuro dengan berjalan kaki puluhan km. untuk bisa mencapai Air terjun Sedudo. Sudah terbayang jalan berliku dengan tanjakan cukup ekstrem, ternyata benar walau sekarang kondisi jalanya sudah cukup bagus saat melihat rambu-rambu “Gigi Satu” membuat nyali jadi teruji, kalau kendaraan kurang sehat bisa fatal akibatnya, apalagi di kiri atau kanan terdapat jurang yang curam.

~ Terlihat air terjun bagai garis putih

Informasi yang beredar sekarang sudah ada tempat parkir mobil, di dalam benak kami terbayang parkir yang luas dan nyaman, memang ada namun berjajar ke belakang memakan separo jalan sehingga kalau mau lewat harus bergantian dengan di pandu petugas yang mambawa HT, di ujung jalan atas ada sedikit tempat luang untuk bisa putar balik dengan hati-hati karena depannya jurang sangat curam, pada hari minggu biasa tidak terlalu ramai masih cukup nyaman, namun pada masa liburan bisa dibayangkan repotnya untuk mendapatkan tempat parkir dengan kondisi jalan menanjak hanya cukup untuk bersimpangan bergantian, bagi pengendara sepeda motor lebih memungkinkan bisa lincah bergerak dengan perparkiran yang luas



~ Air dingin bukan halangan


Dari kejauhan sudah terlihat air terjun yang begitu menawan udara dingin mulai terasa, dengan menuruni anak tangga yang cukup panjang nan curam sampai di pelataran kolam penampungan air terjun, bagi yang berniat mandi bisa langsung menikmati sensasi dengan mandi dibawah air terjun yang terasa dipijit-pijit, namun yang enggan cukup dengan cuci muka atau cuci kaki agar bisa ikut merasakan dinginya air.

Air terjun Sedudo terletak di Desa Ngliman Kec. Sawahan. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan Ibu Kota Kab. Nganjuk. Udaranya bersih dan sejuk. Terletak pada ketinggian 1438 m dpl. Ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada setiap Bulan Syuro atau bulan Muharam dalam tahun Hijriyah. Konon mitos yang ada sejak jaman Mojopahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut. Sebab pada bulan itulah, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda.


~ Tua muda besar kecil berebut mandi dibawah air terjun


Diantara begitu banyaknya pengunjung yang sedang mandi terlihat seorang nenek renta dipandu keluarganya rela menggigil kedinginan, kayaknya berkeyakinan bisa muda lagi, kalau muda lagi apa mau menikah lagi nek... Namun keyakinan seperti itu oleh beberapa rekan dalam rombongan kami menjadi bahan cerita dan gurauan yang cukup menarik, memang setelah kita menempuh perjalanan jauh badan terasa penat, mandi dibawah air terjun memang sangat menyegarkan, badan yang segar diibaratkan bagai muda lagi itu mungkin yang dimaksud awet muda, seperti yang tertulis di kaos souvenir yang banyak di pajang “semakin sering mandi air terjun Sedudo maka anda semakin awet muda” bisa saja bikin iklan biar sering berkunjung dan dagangannya laku, dua orang kakek dalam rombongan kami ikut berbabur mandi di air terjun namun dengan alasan ingin merasakan sensasinya seperti dipijit-pijit dan menikmati kesegaran air pegunungan, sebagai orang yang beriman memang seharusnya tidak meyakini hal-hal yang berbau tahayul.

~ Tidak ikut mandi nampang juga boleh

Kita lupakan cerita tahayul yang konon mandi di air terjun Sedudo bisa awet muda, kawasan wisata air terjun Sedudo cukup menarik untuk wisata keluarga, untuk mencapai pelataran kolam dengan menuruni tangga membuat nafas ngos-ngosan membuat kenangan tersendiri namun sayang fasilitas penunjang masih kurang seperti penginapan, play ground dan arena hiburan lainnya sehingga sekali berkunjung akan enggan untuk kembali, kecuali bagi para muda-mudi tidak akan bosan sering berkunjung karena lokasinya memungkinkan untuk berduaan, berlama-lama bercengkerama dibawah percikan air terjun, di salah satu papan peringatan bertuliskan "dilarang berbuat mesum bila tidak ingin menyesal kemudian hari" menandakan lokasi ini menjadi tempat favorit para remaja.

Baca Selanjutnya...

.::Pengikut Blog Ini::.

.::Banner Ku::.

Banner Ambil Disini...
<img src="cooltext439036029.png" onmouseover="this.src='cooltext439036029MouseOver.png';" onmouseout="this.src='cooltext439036029.png';" />

.::Ngaji Dulu Yukk::.

.::Album Ku::.


Must Imam Blog ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO