....:::Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Sugeng Rawuh Dateng MUST IMAM BLOG, Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jangan lupa tinggalkan pesan Anda di Buku Tamu:::....
Must Imam Blog

.::Kenali Aku::.

Foto Saya
Mam
Olahraga dan belajar agama membuat sehat jasmani dan rohani
Lihat profil lengkapku

Rabu, 29 April 2009

Nggowes ke Bukit Kesamben

Surabaya - Rabu, 29 April 2009. Untuk mengisi hari libur cuti karena posko anak lagi menjalani UAN bersama dengan Reza anak sulung kami dan Ndandit anak tetangga kami melakukan kegiatan nggenjot sepeda dengan tujuan bukit kesamben, walau dekat dengan Surabaya namun sudah masuk wilayah Gresik.



Malam hari kami berunding, akhirnya sepakat berangkat pukul setengah enam, tetapi karena semalam begadang nonton sepak bola antara chelsea vs barca akhirnya kami bangun agak kesiangan. Setelah selesai menyiapkan perlengkapan, tepat pukul enam kami berangkat. Di awal perjalanan sambil pemanasan menyusuri jalan aspal panjang yang sesekali menanjak, pagi itu udara masih cukup sejuk namun lama-lama berkeringat juga.


Melintasi jalan setapak dengan kontur tanah yang bergelombang dengan alang-alang liar yang tumbuh tinggi tidak menghalangi niat kami. Lepas dari jalan yang penuh dengan rintangan, di tepian sawah kami sempatkan untuk berpose sejenak sambil menikmati luasnya hamparan sawah yang menghijau.

Sukses melewati rute singletrack, di jalanan aspal yang cukup menanjak di desa Petiken kami agak kesulitan dalam mengatur posisi gear karena settingan gear sepeda kurang sempurna sehingga pada saat jalan menanjak sepeda terasa berat saat dikayuh karena posisi gear pindah sendiri. Pada rute ini harus pandai dalam mengatur posisi gear karena jika salah bisa berakibat fatal alias mendorong waahh bisa malu doong...!!!

Pada turunan tajam yang lumayan panjang kami sangat menikmatinya lajunya sepeda karena sejuknya angin bisa menyapu peluh yang sejak tadi bercucuran sesaat kemudian menyeberang ke desa Kesamben kembali kejalanan singletrack menanjak. Setelah bersusah payah melewati jalan kecil belobang-lobang dan sesekali menyapa pa' tani yang berangkat ke ladang, akhirnya tibalah di bukit kesamben.



Di sana kami melepas lelah sembari mengabadikan moment cukup menarik tersebut. Puas beristirahat kami melanjutkan perjalanan untuk pulang. Jalan masih panjang masih harus melewati tanjakan yang membuat Reza dan Ndadit bernafas ngos-ngosan bahkan Reza hampir kehabisan tenaga dan hampir putus asa.


Sambil terus mengayuh sepeda kami membayangkan perjalanan pulang yang panjang melalui jalanan beraspal, untuk menghindari kebosanan kami coba dengan melewati jalan kampung guna untuk menghindari asap serta kebisingan kendaraan bermotor, sesampai di lingkungan perumahan bertiga mampir di warung pecel bu Amari yang memang mak nyuss banget. Lengkap sudah acara nggowes hari ini sebagai ganti rencana hari minggu ke Jolotundo jilid 3 yang batal kami ikuti.

Baca Selanjutnya...

Senin, 20 April 2009

Tour De Bukit Ular

Surabaya - Minggu 23 Maret 2009, Pagi itu sebanyak 31 biker sudah berkumpul jumlah ini jauh lebih banyak dari biasanya yang secara rutin seminggu sekali latihan, ritual yang selalu dilakukan sebelum berangkat menghitung jumlah peserta dengan cara berbaris dan ada yang mengkode berhitung mulai ..... dan tidak lupa berfoto dulu untuk koleksi photo kegiatan.


Jalanan masih sedikit berkabut saat melewati jembatan Rolak Gunungsari, pertigaan Kedurus ke kanan terus menyusuri pinggiran sungai udara yang masih sejuk, beberapa saat kemudian sampailah pada jalan yang berlumpur alias jeblog karena malam hari habis hujan, beberapa peserta turun membersihkan sepeda dengan potongan kayu kecil, sepeda tidak bisa jalan karena roda penuh lumpur, ada peserta memaksa nggenjot sepedanya karena pengaturan gear yang salah sehingga rantainya putus.


Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan raya bangkingan sampai Pln ada kubangan air kesempatan ini digunakan untuk membersihkan ban guna mengurangi beban kayuhan, seusai single track bergelombang yang panjang cuaca mulai panas, sampai raya Menganti mulai ada dua kubu yang satu ingin ke kanan pulang yang lainnya ingin ke kiri melanjutkan perjalanan, maka dengan kesepakatan diputuskan untuk dilanjutkan ke bukit ular.

Kontur jalan setapak pematang sawah yang berliku-liku sangat mengasyikan, diantara rimbunya rumput alang-alang yang tinggi sampai jalan setapak tidak kelihatan sehingga harus meraba-raba kalau ada lobang, karena terlalu bersemangat Kemal si biker muda rantainya putus dan kurang waspada ada beberapa biker yang terjatuh, sampai dibawah pohon mangga yang sangat rimbun rombongan beristirahat, angin yang semilir membuat gurauan lucu semakin seru, sambil membayangkan seandainya ada warung kopi heeemm....

Pada perjalanan pulang melalui jalanan mulus nan lebar di Ciputra, type jalan seperti ini memang kurang di sukai, mungkin terpicu ingin menambah kecepatan karena cuaca yang mulai panas dan tenaga mulai lelah sehingga konsentrasi mulai kurang, sehingga terjadilah sedikit accident kecil terjadi tabrakan sesama biker karena kaget menghindari rambu jalan. Perjalanan hari ini memang cukup panjang dan melelahkan namun hal itu sangat menyenangkan dan menyehatkan.

Baca Selanjutnya...

Minggu, 19 April 2009

Pinggiran Hutan Jati nan Sejuk

Cepu - Jum'at 23 Januari 2009, Suatu kegiatan rutin yang kami lakukan sekeluarga setiap ada kesempatan adalah silaturahim ke rumah orang tua, pada kamis sore kami berkemas dari Surabaya dengan membawa perbekalan secukupnya dan yang akhir-akhir ini tidak pernah ketinggalan sepeda selalu kami naikkan di bagasi, hal ini di lakukan karena setiap ada kesempatan selalu kami gunakan untuk ngonthel sepeda.

Malam Jum'at kami gunakan untuk berkumpul dengan keluarga besar di teras rumah sambil bercengkerama dan bercerita ringan, hal seperti ini sangat membantu meringankan beban pikiran menjadi lebih segar. Yang tidak pernah ketinggalan selalu mengunjungi makanan kesukaan keluarga Sate Blora, jajanan pinggir jalan ini sangat beda dengan Sate Ayam yang pernah kami jumpai, disamping bumbunya yang khas cara penyajiannya juga berbeda. Pembeli akan dilayani sampai tuntas setiap sate yang di santap akan habis di tambahi lagi dan di tambahi lagi hingga pembeli bilang sudah, di hitung tusuknya dan makanan lainnya baru membayar, pembeli berikutnya harus sabar antri menunggui pembeli sebelumnya yang sedang makan.

Pagi-pagi sekali kami sudah mempersiapkan diri, kebetulan pasangan saya kepingin ikut yaa... apa boleh buat terpaksa cari satu sepeda pinjaman, sebetulnya kurang memenuhi syarat untuk perjalan yang agak jauh. Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 km sepeda pinjaman mulai bermasalah, ya terpaksa saya mengalah menggunakan sepeda yang ukurannya kurang pas. Dengan menyusuri jalanan pedesaan sampailah pada pinggiran hutan jati yang benar-benar sejuk, sejenak bersitirahat sambil menikmati udara yang begitu segar yang agak susah kami dapatkan di kota.

~ Pinggiran hutan jati yang sejuk dan segar


Serasa cukup istirahat dengan bertanya pada orang yang di jumpai kami melanjutkan perjalanan pulang dengan mencari jalan lain, melewati jembatan kayu berpapasan dengan beberapa orang, jalanan berikutnya aspal mulus yang naik turun, sehingga memicu untuk menggenjot sepeda dengan kencang, dengan nafas yang ngos-ngosan berhenti menunggu pasangan saya yang ketinggalan di belakang

~ Jembatan kayu tambal sulam, karena takut ya didorong saja


Berhenti sejenak di Perhutani tempat dimana orang tua kami pernah bekerja, yaahh sambil bernostalgialah duduk-duduk di atas potongan kayu jati, dibawah rimbunnya pohon trembesi, tanpa terasa kami telah menempuh perjalanan sekitar 30 km, karena jarak rumah sudah dekat dengan santai mengayuh sepeda sambil menikmati jalanan, setelah keringat mengering sarapan nasi pecel yang murah meriah sangat nikmat rasanya, bahkan melebihi nikmatnya makan di restoran.

Baca Selanjutnya...

Minggu, 12 April 2009

Trio Kwek Kwek

Surabaya, Medio April 2009 Mungkin awalnya tidak ada yang menduga bahwa suatu persahatan akan tercipta dengan begitu akrabnya, secara kebetulan kami bekerja dalam satu Instansi yang sama dan club Sepeda yang sama pula yaitu TCC (Telkom Cycling Club), mendalami jiwa seseorang memang tidak mudah apalagi menyamakan hobby dan selera butuh suatu pengorbanan dan saling menghargai.

~ Narsis banget
Hampir di setiap situasi dan kondisi saat mengadakan kegiatan bersepeda, walau kadang tanpa janjian seragam rasanya selalu saja ada kesamaan misalnya helm, T-shirt, sepatu, sandal gunung bahkan celana, yang terjadi adalah saat ketemu di lapangan pasti berkomentar lho... podho maneh sambil ketawa bersama-sama haaa... haaa... haa...
~ Kostum dan gaya yang sama

Olok-olokan dan saling membandingkan hal yang lumrah tidak kenal yang namanya sakit hati, bahkan memberi masukkan dan mengolok-olok yang nggak masuk akalpun jadi ketawa terpingkal-pingkal, kami biasa menyebutnya Trio Kwek Kwek teringat group nyanyi anak-anak tempo dulu, karena memang sudah tuwir-tuwir hee... hee...

~ Pakai seragam kayak anak sekolahan

Walau satu diantaranya sudah menjalani purna tugas, namun persahabatan dan kebersamaan masih tetap saja berjalan, bahkan sesekali waktu di sempatkan untuk bisa bergabung dengan para bikers yang lain dengan nggenjot sepeda bersama agar tali silaturrohim tetap tersambung.

Baca Selanjutnya...

.::Pengikut Blog Ini::.

.::Banner Ku::.

Banner Ambil Disini...
<img src="cooltext439036029.png" onmouseover="this.src='cooltext439036029MouseOver.png';" onmouseout="this.src='cooltext439036029.png';" />

.::Ngaji Dulu Yukk::.

.::Album Ku::.


Must Imam Blog ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO