....:::Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Sugeng Rawuh Dateng MUST IMAM BLOG, Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jangan lupa tinggalkan pesan Anda di Buku Tamu:::....
Must Imam Blog

.::Kenali Aku::.

Foto Saya
Mam
Olahraga dan belajar agama membuat sehat jasmani dan rohani
Lihat profil lengkapku

Senin, 26 April 2010

Rute Pembunuhan Sumberboto

Mojoagung, Sabtu 24 April 2010 - Wonosalam nama suatu daerah pegunungan di Mojoagung kabupaten Jombang, merupakan lokasi touring napak tilas yang pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu dan terbayang medan yang berat, sehingga di perlukan persiapan yang matang. sebanyak 25 bikers sepakat di lokasi start Kantor Telkom Mojoagung jam 06.00 wib. walau sedikit terhambat karena jalan paadat, sampai di lokasi sudah di tunggu beberapa bikers lokal yang ditunjuk sebagai leader, mengamati ban yang dipakai para leader rata-rata ukuran kecil sedangkan rombongan dari Surabaya yang terdiri dari club TCC dan Bike Berry sempat curiga rutenya pasti onroad, padahal ban yang dipakai ukuran 190 keatas jadi terbayang akan sangat berat mendaki tanjakan wonosalam.

~ Semak terjal dengan kumis kucing berduri

Dari lokasi start masih menyusuri jalan aspal, menjelang 3 km terasa lebih sejuk karena masuk pinggiran hutan dan jalan mulai menanjak, mulai banyak yang ngedumel dengan tanjakan aspal maka rombongan berinisiattif memisahkan diri dengan leader mengambil jalur offroad, baru ½ km jalanan jeblok karena sisa hujan hari sebelumnya sehingga harus cari potongan kayu untuk membersihkan ban, sepeda sudah tidak bisa jalan lagi roda belepotan lumpur maka diputuskan balik kucing mencari jalur yang lain. Setelah cukup berdiskusi dan mencari informasi barulah ditentukan jalur baru dengan dibantu satu leader yang sebetulnya kurang memahami jalan yang akan dilewati, dengan keyakinan yang mantap seluruh biker secara perlahan melewati jalur menanjak dengan tumbuhan hijau sangat menarik. Semak terjal dengan tumbuhan liar terutama kumis kucing penuh duri bila kurang waspada bagian badan bisa teluka, ini terbukti banyak bikers yang bagian badannya tidak terlindung tergores.

~ Mbah Kung lagi service RD yang macet, kesempatan istirahat

Perjalanan kembali tersendat beberapa biker ada yang mulai kehabisan tenaga dan bahkan ada seorang peserta yang kurang persiapan tidak membawa perbekalan sehingga cukup mengganggu biker yang lain, jalur yang di lewati merupakan jalan air di kala musim hujan sehingga sangat kecil bahkan kadang tidak kelihatan tertutup rerumputan, berlumpur dan berbatu, sering mendorong sepeda karena tidak bisa dinaiki menyebabkan cepat lelah, tidak banyak canda tawa di jalur ini karena konsentrasi serta mengatur tenaga sampai pos istirahat berikutnya. Mulai banyak yang mengeluh karena jalan yang tidak berujung, hutan jati yang di lewati semakin gelap dan terjal sehingga nyali jadi teruji, bahkan ada yang ingin kembali sebelum tersesat terlalu dalam di hutan, namun kalau kembali rutenya sangat jauh sehingga memperhitungkan tenaga yang ada.

~ Pemandangan hijau sebelum memasuki hutan jati

Perasaan lega ketika ketemu dengan seorang pencari burung, melihat penampilan awalnya sempat kaget juga ada orang di tengah hutan, dengan informasi bahwa jalan tersebut bisa tembus setelah ketemu ladang jagung dengan jarak , dengan susah payah terlihat ladang jagung mengering namun tantangan masih cukup berat karena jalanan naik makadam rusak ditumbuhi semak sehingga melangkahkan kaki saja terasa berat. Barulah setelah ketemu sebuah pertigaan jalan menurun "waah ini yang di cari turunan panjang atau biasa disebut prosotan". Sambil ngobrol dengan petani yang sedang panen padi, banyak informasi yang didapat tentang kondisi jalan di seputar lokasi tersebut, sehingga ada wacana kalau sudah tiba musim kering akan di kunjungi lagi dengan jalur yang berbeda.

~ Sembari bersihkan lumpur santai sejenak main air


Prosotan panjang merupakan dambaan penggemar dowhill, jalan makadam dan jalan tanah dengan sesekali turunan tajam membuat bahu terasa sakit, bekas jalan mobil membuat jalan tidak rata, beberapa kali terjadi slip dengan sigap menguasi sepeda sehingga tidak terjadi accident dan gangguan yang berarti, cuma ada beberapa bikers agak terlamat karena kondisi badan yang sudah lelah, setelah sekian lama berjuang menaklukkan prosotan, sesampai pada jalan aspal yang ½ km lagi sampai pemandian Sumberboto, menurut rencana mau mandi di kolam namun karena kondisi yang lelah diputuskan untuk menuju finish, ditengan jalan beberapa bikers tergoda melihat sungai besar yang tidak seberapa deras airnya, sehingga sepeda yang belepotan lumpur langsung di masukkan ke air. Jalan onroad masih tersisa 5 km lagi, cuaca sudah panas dengan sisa semangat terus mengayuh, bahkan beberapa biker sudah putus asa terpaksa minta dorong sepeda motor yang lewat, jam 13.30 wib. sampai juga di finish, banyak pengalaman ekstrem yang didapat sehingga ada yang menyebut rute ini merupakan rute pembunuhan.





Baca Selanjutnya...

Selasa, 16 Februari 2010

Goes to Bali

Denpasar, 06 February 2010 - Nggowes di Bali tidak pernah terbayangkan karena lokasi yang jauh tentunya akan sangat repot membawa perbekalan yang banyak, namun sehubungan dengan rencana Flextreem Cycling Club mau mengadakan touring triwulanan di Bali dan kami berkesempatan bergabung team survey lokasi ke Denpasar, sebanyak 9 bikers dan 2 driver kamis malam rombongan start pukul 20.00 WIB. dari STO Kebalen Timur Surabaya. Dengan menempuh perjalanan darat selama ±12 jam termasuk istirahat di Paiton dan penyeberangan Ketapang - Gilimanuk, karena lelah jarak tempuh yang panjang saat menyeberang selat Bali tidak terasa karena ketiduran di mobil.

~Aksi bareng di pantai Sanur

Pukul 16.00 WIT. base camp di kediaman biker Anang di pulau Ambon Denpasar cuaca hujan deras menunggu hujan reda semua berkemas untuk persiapan nggenjot pemanasan sore hari, dengan dipandu tour leader biker setempat dibawah gerimis hujan rombongan sangat menikmati udara dingin menyusuri jalanan kota menuju pantai Sanur, dipinggir pantai menyusuri jalan paving sesekali terhalang portal karena kendaraan memang tidak boleh lewat, untuk sepeda tidak kurang akal diangkat saja beres, beberapa kali berpapasan dengan wisatawan asing yang memberi support, suasana sore di pantai tidak terlalu ramai karena usai hujan sehingga suasana pantai cukup lengang tidak ada yang rekreasi dan mandi di pantai.

~ Pantai bersih dan lengang


Cuaca mulai temaram matahari hampir tenggelam saat menyeberang ke pulau Serangan Denpasar Selatan, mampir sejenak mengunjungi tempat penangkaran Penyu yang hanya kelihatan remang-remang, puas mengelilingi pulau serangan yang tidak begitu luas karena sudah gelap diputuskan kembali base camp, untuk menghindari kecelakaan semua bikers berjajar rapi kebelakang lampu merah blink-blink dinyalakan sebagai pertanda, jalan sudah gelap masih harus melewati jalan yang tergenang banjir dituntut ekstra hati-hati agar tidak terjebak lubang, tepat pukul 20.00 WIT. rombongan finish, sebuah kenangan yang berbeda disamping nggowes sambil hujan-hujan dan night rider mempunyai sensasi tersendiri, cyclometer menunjukkan jarak ± 33 km dengan variasi jalan aspal, paving dan jalan tanah.


~ Start Rumah Sakit Kapal Denpasar

Sabtu, 7 Pebruari 2010 waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIT, dengan mengambil tempat start di halaman RS Kapal survey diikuti 8 bikers, seorang biker pemula menyerah karena sore harinya sudah kelelahan, dipandu 4 biker Bali yang cukup profesional hanya sebentar saja dari jalan aspal sudah di suguhi medan offroad pinggiran sungai yang sangat licin karena usai hujan, udara masih sangat sejuk lepas dari sini langsung memasuki jalur single track berliku-liku seakan tidak ada habisnya, hampir setiap melewati rumah penduduk selalu menjumpai anjing berkeliaran, rasa was was menghantui terutama yang paling belakang waspada terhadap kejaran anjing, bahkan saat ada yang diikuti anjing bikers yang lain tertawa terpingkal-pingkal, udara segar di dada terasa plong puas bisa menghirup udara segar sepuasnya, sampailah di salah satu lokasi yang sangat menawan berupa hamparan pohon kelapa berderet rapi, ternyata lokasi ini adalah tempat yang pernah digunakan untuk shotting salah satu film barat yang dibintangi Julia Robert yang cukup menghebohkan saat shotting hampir sebagaian kegiatan masyarakat di sekitar lokasi ini di berhenti, team berhenti sejenak memanjakan mata dengan menikmati keinndahan alam.

~ Deretan pohon kelapa tertata rapi

Suatu kejadian yang cukup menggelikan saat melewati tanggul di sebelah kanan sungai besar sangat curam di sebelah kiri sungai cukup besar juga, kebetulan ada dua ekor ternak sapi mungkin karena terusik oleh kehadiran rombongan yang tak diundang terlihat berontak seakan mau menyeruduk sehingga harus sabar menunggu sampai kemarahan sapi mereda. Sejauh mata memandang hamparan padi menghijau terlihat di kiri kanan, pematang sawah becek yang dilewati terasa terus naik, ini terindikasi dari aliran air kerap turun tajam, terasa di paha agak berat, tour leader memberitahu rerimbunan didepan merupakan pos I untuk istirahat, ternyata benar lokasi ini cukup terkenal bagi wisatawan yaitu Sangeh, walau tidak masuk didalam area ini dipinggiran hutan lindung ini banyak kera berseliweran, saat melewati beberapa ekor kera mengawasi terasa deg degan juga, ada rekan yang minta di foto takut kameranya di rebut, seloroh rekan lebih takut kalau sepedanya direbut haaa... haaa... bisa jalan kaki, separoh perjalanan cyclometer sudah menunjukkan jarak 22 km.

~ Gerbang pura Taman Ayun


Setelah istirahat di sebuah warung di depan gerbang lokasi wisata Sangeh, perjalanan pulang sedikit agak ringan karena jalan aspal yang agak menurun sehingga sempat kebut-kebutan dengan sesekali tanyakan aspal yang cukup berat hingga sampai di lokasi wisata Pura Taman Ayun, mampir sejenak hanya untuk foto di gerbang masuk terus melanjutkan perjalanan hingga istirahat sepuasnya di sebuah rumah makan yang khusus menyajikan olahan ikan gurami, lokasi finish kuang ±5 km lagi, hujan deras tidak menyurutkan niat untuk terus nggenjot sepeda bahkan merupakan keasyikan tersendiri hingga finish di RS Kapal dengan menepuh jarak ± 45 km.

Saat menunggu persiapan pulang beberapa agenda acara santai sore jalan ke Jogger untuk belanja T-Shirt yang khas dengan pabrik kata-katanya, ada yang ke Airlangga juga untuk beli T-Shirt oblong dan oleh-oleh lainnya, mampir sejenak di pantai Kuta walau hanya lewat cukup pemandangan yang menarik, tepat jam 20.00 WIT rombongan meninggal kota Denpasar dengan berbagai kenangan.

Baca Selanjutnya...

Selasa, 26 Januari 2010

Tour de Gunung Kendil

Madiun, 16 Januari 2010 - Dalam rangka peresmian kantor cabang RO Madiun Divisi Telkom Flexi (DTF) dengan dukungan penuh dari management menggelar helatan nggowes bersama, disamping flextreme Cycling Club (FCC) sepeda gunung yang dimiliki tuan rumah ikut bergabung TCC Surabaya Ketintang dan dipandu oleh biker lokal sekelas Lawu Cycling Club (LCC) Madiun. Nama gunung Kendil memang sangat asing di telinga, sebelum berangkat sempat tanya-tanya sebelah mana arahnya dari kota Madiun hampir tidak banyak yang mengenalnya, rasa penasaran mendera ingin segera menjelajahinya. perjalanan yang jauh dari Surabaya ke Madiun tidak menyurutkan niat disamping pingin menikmati jajanan kuliner khas Madiun nasi pecel, tengah malampun kami masih sempat mencicipi minuman hangat wedang ronde dan mie rebus dipinggir jalan waahhh... asyik benar.

~ Hamparan bukit hijau segar dimata

Pesertanya lumayan banyak ±50 bikers cukup nyaman karena tidak terlalu banyak tidak ribet dalam pengawasan, tepat pukul 06.00 WTS. bendera start dikibarkan langsung seluruh bikers berhamburan mengayuh sepedanya menyusuri kota menuju kearah timur, setelah jarak 5 km barulah memasuki jalur offroad becek di depan terlihat jalan yang mulai menanjak walau tidak terlalu tinggi namun cukup panjang, sesampai di atas terlihat hamparan rumput hijau dan pepohonan yang sedap dipandang mata. Kami baru sadar ini yang disebut gunung Kendil, sebuah bukit sangat luas kami menyebut bukit bukan gunung karena memang tidak terlalu tinggi, hampir semua berhenti sejenak menikmati panorama yang indah.

Saatnya menikmati downhill yang cukup curam namun sayang ada beberapa bikers yang menuntun sepedanya mungkin takut jatuh, tidak lama setelah menyeberangi sungai kecil didepan terlihat tanjakan yang cukup tinggi sehingga hampir semua mendorong sepedanya. Sejauh mata memandang terlihat hamparan persawahan hijau Banjarsari, dengan hati-hati mengayuh sepeda karena pematang sawah yang licin sehingga ada bikers yang terjerembab di sawah, setelah cukup lama sampai di jalan aspal panjang yang membikin jenuh karena sedikit naik walau sepi namun membosankan hingga sampai di pasar Mojorayung.

~ Barisan sepeda di hamparan sawah

Setelah istirahat di pos secukupnya bercengkerama sambil menikmati pisang, jeruk dan minum dilanjutkan dengan rute yang lebih menantang tanjakan tinggi namun udaranya sangat sejuk sehingga nafas dan badan terasa segar, baru merasakan tantangan yang sebenarnya jalur dengan bebatuan besar kecil dan pepohonan yang tinggi dan menyeberangi beberapa sungai dan sesekali mendorong sepeda, sungguh suatu moment yang didambakan, kami berguman tidak rugi menempuh perjalanan jauh bisa menikmati sensasi bersepada di Mojorayung, kami baru sadar lokasi ini gunung Lawu setelah tanya rekan biker lain.

~ Ngaso sejenak sekalian mejeng

Dengan tenaga yang semakin terkuras terus mengayuh sepeda menyusuri jalan onroad Bantengan, peserta touring mulai berpencar bahkan hampir kesasar karena minimnya rambu petunjuk arah, sesekali tanya arah pada siapa saja yang dijumpai, akhirnya cyclometer menunjuk angka 32,85 artinya hampir 33 KM jarak yang kami tempuh lumayan segar, tidak beberapa lama akhirnya bisa menyusul biker di depan sehingga bisa bersama-sama sambil membayangkan minuman segar, ternyata benar saat bertemu orang jualan es tebu di depan Mess Brimob kami bertiga dengan Adi dan Liklok langsung menyerbunya, dua gelas langsung bablas karena segarnya dan tenagapun langsung pulih kembali hingga sampai finish dalam keadaan segar, hidangan nasi pecel khas madiun dan soto serta hiburan dengan penyanyi yang punel membuat suasana menjadi hangat, yang tidak kalah menggembirakan sudah diingatkan panitia sampai ketemu lagi pada touring berikutnya di Bali, hampir semuanya tepuk tangan, dengan senang hati menanti undangan FCC berikutnya.

Baca Selanjutnya...

Senin, 25 Januari 2010

Blakra'an di Waduk Gondang

Lamongan, 23 Januari 2010 - Mendengar sebutan waduk Gondang bagi sebagian orang mungkin masih terasa asing di telinga, namun bagi sebagian bikers pencinta off road sudah tidak asing lagi karena lokasi ini sangat menarik untuk di jelajahi dengan sekeliling waduk ditumbuhi pohon jati serta semak yang rimbun serta udaranya yang sejuk segaarrr. Waduk Gondang berada di wilayah Lamongan bagian selatan sebagai tempat penampungan air untuk mencegah banjir dan pengairan persawahan di kala musim kemarau tiba, dengan menempuh perjalanan dari Surabaya lewat Benowo - Balong panggang - Sugio hingga mantup, perjalanan terasa lambat karena jalannya kecil agak sulit kalau bersimpangan, sebenarnya lewat Gresik ke Lamongan kota jauh lebih cepat karena jalannya lebar, namun karena keinginan peserta melalui jalan pedesaan walau lambat namun enjoy juga.

~ Panorama sejuk waduk Gondang

Dengan starting point di pelataran Waduk Gondang, suasana pagi itu sudah begitu ramai, banyak anak-anak sekolah berseragam pramuka melakukan kegiatan outbond dengan mendirikan beberapa tenda. begitu juga banyak masyarakat yang berdatangan menikmati panorama dan suasana waduk Gondang yang sejuk. Sebanyak 11 bikers dari TCC Surabaya saat sampai sudah di tunggu dan di sambut ± 30an bikers dari Lamongan, sungguh diluar perkiraan kami ternyata acara nggowes Sabtu pagi ini terasa sangat meriah, setelah basa-basi dan berkenalan sejenak sambil loading sepeda tidak membutuhkan waktu lama semua biker sudah siap berpetualang, dengan sedikit pengarahan dari tour leader serta diawali dengan do'a bersama maka semua bikers siap mengayuh sepeda masing2.

~ Walau baru kenalan sangat akrab

Baru sebentar dari lokasi start langsung masuk ke jalur off road makadam dengan bebatuan yang sedikit licin karena sisa hujan sehari sebelumnya begitu juga saat melewati jalan tanah datar licin di sela-sela pepohonan ada beberapa biker yang terpeleset, karena jalur single track membuat perjalanan jadi tersendat. Begitu juga saat biker di depan dengan semangatnya harus berhenti kebingungan melihat persimpangan bingung harus belok kemana dan harus menunggu tour leader. Halangan pertama saat rekan Verdy putus rantai pada tanjakan pertama karena salah perhitungan, kedua biker yunior Tori kelihatan pucat karena mabuk waktu perjalanan sehingga waktu nggowes kurang optimal, ketiga biker Sudi Ban bocor karena jalan berbatu yang tajam setajam silet.

Di sepanjang perjalanan memang dituntut kewaspadaan yang tinggi sehingga harus pandai mencari celah agar tidak pecah ban dan tidak terpeleset bahkan saat di goyang batu makadam pandangan mata terasa kabur, kenyamanan baru terasa ketika melewati single track diantara pepohonan jati dengan tanah sedikit lengket terpacu menggenjot sepeda dengan meliuk-liuk mengikuti jalur yang berkelok-kelok sehingga menimbulkan sensasi yang luar biasa, kami bertiga dengan biker Liklok dan DS kami saling membututi dengan kecepatan tinggi sehingga terdengan bunyi sseettt... sseettt... karena gesekan ban yang lengket dengan tanah liat.

Puas kebut-kebutan, tanjakan yang cukup tinggi menghadang di depan mata, dengan sisa tenaga setelah menggenjot separo tanjakan terpaksa harus mendorong sepeda agar bisa sampai di puncak untuk istirahat sambil menunggu seluruhnya berkumpul, perjalanan dilanjutkan dengan dua opsi bagi yang sudah lelah langsung disarankan melewati jalur on road, yang lainnya masuk jalur off road terus memasuki kawasan tanaman jagung dengan tanjakan yang cukup extreem sehingga harus mendorong lagi secara berurutan. Lepas dari sini jalan turun panjang sehingga badan terasa digoncang-goncang hingga sampai di jalan raya beraspal, dengan sisa tenaga terus mengayuh hingga menuju finish.

~ Akrab bagai anak dan bapak walau baru kenal

Nasi boranan merupakan suguhan dari tuan rumah yang nikmat di santap, karena diperjalanan banyak yang mengeluh kelaparan bahkan banyak yang kehabisan minuman harus saling berbagi, sebagai sesama penghobi sepeda off road suasana akrab begitu mudahnya terjalin, padahal acara ini awalnya hanya berkenalan via telepon karena saling membutuhkan maka segala sesuatu berjalan dengan mudahnya, menggunakan istilahnya cak Albaroyo Blakra'an kali ini memang meninggalkan kenangan yang cukup menyenangkan.

Baca Selanjutnya...

.::Pengikut Blog Ini::.

.::Banner Ku::.

Banner Ambil Disini...
<img src="cooltext439036029.png" onmouseover="this.src='cooltext439036029MouseOver.png';" onmouseout="this.src='cooltext439036029.png';" />

.::Ngaji Dulu Yukk::.

.::Album Ku::.


Must Imam Blog ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO